4G…

Perkembangan teknologi memang sangat pesat. Seperti yang dirasakan oleh banyak kalangan, bahwa kemajuan teknologi sangat berpengaruh pada kehidupan manusia. Misalnya dalam bidang telekomunikasi pada masa-masa sekarang ini, menurut saya banyak kalangan dapat memanfaatkan perkembangan teknologi telekomunikasi yang perkembangannya dinilai sangat cepat. Hal tersebut didukung dengan munculnya teknologi 4G (generasi keempat) dalam telekomunikasi selular.
1G, 2G, 2.5G, 3G dan terakhir 4G
merupakan generasi teknologi yang digunakan pada infrastruktur selular. Pada
hari ini, Indonesia baru memasuki tahapan teknologi 2.5G. Secara sederhana
dapat di identikan teknologi 1G adalah telepon analog / PSTN yang menggunakan
selular. Teknologi 2G, 2.5G dan 3G merupakan ISDN di selular.
Intelligent Network (IN) secara
sederhana merupakan inti dari infrastruktur telekomunikasi yang di operasikan
oleh banyak operator telekomunikasi di Indonesia pada saat ini. Khususnya di
dunia selular banyak bertumpu pada protokol SS7/IS-41/GSM MAP intelligent
nodes.Teknik yang hampir sama juga berlaku untuk operator non-selular, seperti
Telkom, Indosat & Satelindo.
Servis suara di 3G pada dasarnya
sama dengan servis suara di ISDN. Handset digital selular pada dasarnya sebuah
handset ISDN. Sialnya, ISDN pada kenyataannya tidak berhasil dengan baik untuk
mendeploy servis suara yang baru maupun integrasi data / suara. Kita cukup
beruntung dengan adanya 3G ternyata membuka kesempatan untuk uji coba teknologi
Internet seperti Session Initiation Protocol (SIP) maupun menggunaan IP v6
(saat ini semua ISP komersial di Indonesia menggunakan IP v4 yang lebih tua).
Ujicoba untuk integrasi SIP & IP v6 ke dalam 3G di lakukan dalam inisiatif
3GPP.
SIP adalah protokol inti dalam
internet telephony http://www.iptel.org
yang merupakan evolusi terkini dari Voice over Internet Protocol (VoIP) maupun
Telephony over Internet Protocol yang banyak di perdebatkan oleh operator,
pemerintah & DPR pada hari ini. Ironisnya, internet telephony akan menjadi
tulang punggung utama infrastruktur telekomunikasi tidak lama lagi. Gilanya,
teknologi internet telephony memungkinkan pembangun infrastruktur
telekomunikasi rakyat secara swadaya masyarakat (tanpa Bank Dunia, IMF maupun
ADB) bahkan mungkin tanpa kontrol pemerintah sama sekali kalau saja kreatifitas
anak bangsa tidak di pasung.
Untuk teknologi 4G, setiap
handset 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan
untuk berinteraksi internet telephony yang berbasis Session Initiation Protocol
(SIP). Semua jenis radio transmisi seperti GSM, TDMA, EDGE, CDMA 2G, 2.5G akan
dapat digunakan, dan dapat berintegrasi dengan mudah dengan radio yang di
operasikan tanpa lisensi seperti IEEE 802.11 di frekuensi 2.4GHz &
5-5.8Ghz, bluetooth dan selular. Integrasi voice dan data dalam channel yang
sama. Integrasi voice dan data aplikasi SIP-enabled.
Gila-nya dengan teknologi SIP
yang berada di belakang 4G, nomor telepon +62 21 123 5678 hanya lah subset,
bagian kecil daripada pengenalan / identifikasi telepon. Sebagian besar
identifikasi / penomoran telepon akan dilakukan menggunakan URL seperti
sip:onno@indo.net.id …. Dengan bertumpu pada URL, dunia menjadi lebih menarik
karena kita tidak perlu lagi tergantung pada nomor telepon yang di kuasasi
pemerintah cq. POSTEL untuk berkomunikasi internet telepon. Kalau kita cukup
gila, sebetulnya dalam banyak hal kita dapat menyelenggarakan sendiri
infrastruktur internet telephony tanpa perlu tergantung pada ijin / lisensi
pemerintah tanpa melanggar hukum, dengan software yang dibuat sendiri tanpa
mengeluarkan banyak devisa. Tak perlu lah kita mengeluarkan US$1000 / SST
seperti yang di gembar gemborkan saat ini, jika saja kreatifitas anak bangsa
tidak di matikan.
Semua teknologi yang di sebutkan
di atas memang masih terus dalam pengembangan dan penyempurnaan. Ada beberapa
organisasi Open Standar yang bertumpu pada Internet Engineering Task Force
(IETF) http://www.ietf.org yang menjadi
tulang punggung dibelakang semua kegiatan yang ada. Khususnya untuk internet
telephony banyak di dorong oleh IPTel http://www.iptel.org
dan SIP Forum http://www.sipforum.org.
Menarik untuk di simak bahwa
dengan teknologi 4G, praktis teknologi Intelligent Network (IN) yang pernah
menjadi primadona infrastruktur telekomunikasi yang digunakan Telkom, Indosat,
Satelindo dll menjadi kadaluarsa (obsolete). Bukan mustahil, tidak lama lagi
(5-10 tahun lagi) habis sudah kejayaan infrastruktur telekomunikasi Telkom,
Indosat dll yang banyak bertumpu pada teknologi yang berbasis pada berbagai
standar ITU karena bersaing ketat dengan gerakan arus bawah yang menggunakan
teknologi bawah tanah seperti SIP, MGCP, Megaco, RTP dll yang semua terbuka dan
dapat di download secara gratis di Internet pada hari ini.
Narasumber : Onno W. Purbo




